BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

sms

 
Aku terpana membaca sms yang baru saja terkirim ke hp ku.
“oh Tuhan ini bukan mimpikan!!!” teriakku dalam hati. Malam itu benar-benar bagai berada diluar dunia nyata. “aaa….ini ga bo’ongkan!” pikirku yang masih belum mempercayai kenyataan ini. Aku mendapat sms dari kakak kelas yang sama sekali aku tidak pernah membayangkan bisa berkenalan dengannya. Apalagi bercakap-cakap dengannya. K’eric orang yang popular dan dikagumi cewe-cewe di sekolah itu tiba-tiba meng-sms’I ku dan ngajakin kenalan. Ah giila!! Aku benar-benar tidak menyangka ini benar-benar terjadi.
“hii cwe!! met malem.. lage ngapain nihh? bole kenalan ga..? aku erick kakak kelasmu di skolaa, btw bole jd temen kamu ga?”
Itulah sms yang membuatku histeris. Aku masih nggak nyangka k’erick mengsmsiku!
“oh Tuhan ,I luph u” sungguh aku benar-benar beruntung.. teriak batinku siiru..  kemudian aku langsung membalas sms kak Erick. Di hp kami mulai bertukar biodata dan mulai mengetahui bagaimana pribadi masing-masing. Sampai suatu hari kak Erick datang menghampiriku ke kelas. Tubuhku gemetar laksana tersambar petir disiang bolong,ketika temanku bilang diluar ada kak Erick mencariku. Nafasku mulai tidak teratur,mukaku mulai memerah,tubuhku menggigil dingin dan entah mengapa aku jadi salah tingkah seperti orang yang kurang beres. Aku menghampirinya dan oh TIDAK! Perasaan ku makin tidak karuan bagai tersangka yang melakukan kejahatan dan sedang dihakimi. aKu mulai menghampiri dan berkata
“eh kak eriick,ada apa kak?” lebih tepatnya predikat  malu-malu kuciing pantas disandangkan pada tingkahku saat itu ;)
“ehm nggak,kakak Cuma mau nagih janji  Yang semalem..” jawab kak eriick sambil menyunggingkan bibirnya yang manis. Klepek-klepek ku rasakan diriiku bagai tertimpa berton-ton bunga yang lagi bermekaran hhaii lebay
Oh ya! Aku tersadar dan langsung menuju kebangku ku untuk mengambil sebuah novel.
“ini kaq,novel yang dimaksud semalem”  aku memberikan novel yang ingin aku pinjamkan pada kak Erick. Jantungku berdegup kencang bagai mau lepas,saat melihat senyum kak Erick yang mematikan. Kemudian kami berbincang-bincang entah itu membicarakan apa. Semenjak saat itu kami mulai dekat.
Hingga pada suatu hari, kak Erick pergi selama seminggu ke bandung untuk mengikuti sebuah perlombaan sekolah. Pada saat itu kami semakin sering smsan dan bertambah akrab. Aku ingin sekali segera bertemu kak Erick lagi. Dan suatu ketika, ditengah kesunyian malam yang tenang. Saat semua orang telah beristirahat dengan damainya melepas penat seharian. Dering hp yang nyaring berhasil membangunkanku dari tidur, ku dapati nama kak Erick tertera dilayar handphoneku pertanda sebuah sms.
 
‘apalah arti hidup tanpa cinta..
Apala arti cinta tanpa kasih..
Apalah arti diri ini tanpa hadirmu..
Apalah arti semuanya tanpa dirimu..
Muyiik sebenarnya kakak...
Kata-katanya berakhir sampai disitu, Sebuah sms yang sungguh membuat penasaran, entah apa maksud sms itu tapi yang pasti sms itu berhasil membuatku tak dapat melanjutkan tidur seperti mendapatkan pengganti mimpi yang lebih sempurna ^_^. Hari-hari berlanjud dengan senyum yang tiada henti terlintas dari wajahku.
 Siang hari yg begitu melelahkan membuatku sangat  menikmati peristirahatan  dikamar setelah terlepas dari berbagai kegiatan sepulang sekolah. Seperti biasanya,aku tak dapat jauh dari hp berharap kak Erick menghubungiku. Dan benar saja,hp ku berbunyi. Tetapi yang ku dapati bukan sms dari kak Erick,melainkan sms dari seseorang. Orang yang aku kenal sewaktu SMP dulu. Orang yang pernah memberikan janji padaku namun tidak ditepati nya. Aku teringat kenangan tentangnya,Kala itu layaknya anak abege yang baru menginjak dunia remaja,aku dan dia terlibat cinta monyet akan tetapi papa belum mengizinkan aku untuk berpacaran karena dianggap  masih terlalu kecil, meskipun aku menolak pernyataan cintanya, dia berjanji akan tetap menungguku hingga kami berstatus SMA. saat itu aku dengan dia berbeda sekolah. Namun kenyataaannya ketika kami sama-sama menduduki bangku SMA  dipertemukan dalam satu sekolah yang sama dan dalam pengenalan masa orientasi siswa baru, aku mendapat kabar bahwa dia telah mempunyai kekasih yang notaband nya teman sekelasku sendiri. Saat aku mulai tidak pernah mengingatnya lagi,tiba-tiba ia datang kembali melalui sebuah sms.
Awalnya Dalam sms tersebut dia masih belum mau mengaku hingga membuatku penasaran dan kesal, hingga sampai pada akhirnya dia mengaku juga.
“aku takut,setelah aku kasih tau siapa aku, nanti kamu ga mau temenan apalagi bales sms aku”  tukasnya dalam sebuah sms. Wahh ni anak nyarii ribut kayanya, ga tau dia kalo aku bisa nelen orang idup-idup kalo udh kesel.. celetukku dalam hati.
 “aku janji,siapapun kamu aku tetap mau kok jd temen kamu”  balasku dengan menahan rasa sabar. Dan pada akhirnya dia mengaku kalau dia adalah ega. Awalnya aku sempat illfeel tapi aq terlanjur berjanji, SO, mau ga mau aku tetap ngeladeni sms dia.
“aku ga nyangka kamu mau jadi temen aku, kamu tahu kan dari dulu aku pengen  deket sama  kamu tp kamu sering cuek banget sama aku..” ungkapnya mengiba. semenjak saat itu aku sering smsan sama ega.
 
Kicau burung bersahutan menyambut pagi yang cerah. Hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Perasaanku  bercampur aduk,jantungku lagi-lagi mulai berdegup kencang.  Hari ini kak Erick pulang dari bandung “akhirnya bisa ngeliat kak erick lg” teriakku senang dalam hati. Namun disekolah aku tak sempat bertemu kak Erick karena sepertinya kak Erick disibukkan dengan kegiatan sekolah yg ditinggalkan nya selama seminggu kemarin. Saat pulang sekolah seperti biasa aku dan teman-teman pulang bersama naik bus. Sebelum pulang ,kami mampir ke taman. Dan tanpa disangka,  kami satu bus dengan ega. Didalam bus aq berdiam diri seolah-olah tidak mengenalinya. Ketika kami akan turun ditaman,saat itu kebetulan ega berada dipinggir pintu, aku bingung harus bagaimana dan hanya satu yang dapat ku lakukan yaitu TERSENYUM, diapun membalas senyumku.
Setibanya ditaman, aku merasa ada yang aneh pada sikap teman-temanku. Bermacam-macam alasan mereka menahanku untuk jangan buru-buru pulang. Dan tidak berapa lama,dari kejauhan muncul seorang laki-laki, berkharisma dan gayanya cool. Aku tidak asing lagi pada gaya itu, orang yang ku tunggu-tunggu selama seminggu inii. Yah,tidak salah lagi itu kak Erick. Huem, inilah alasannya mengapa teman-temanku bersikap aneh, mereka sudah bersepakat dengan kak Erick untuk memberiku kejutan. Seperti memahami situasi,teman-temanku pergi menjauh dariku dan kak Erick. Ntah bagaimana gambaran perasaanku saat itu. Tak dapat ku jelaskan betapa surprize nya aku. Hari itu, melalui sebuah pengakuan yang mendebarkan kak Erick menyatakan cintanya padaku. Seandainya didepanku ada sebuah cermin,aku dapat membayangkan betapa miripnya aku seperti kepiting rebus siap saji. Mukaku sangat merah menahan malu.
Selain membawa coklat dan gantungan mainan hp yg lucu sebagai ole-ole dari kak Erick, akupun pulang bersama perasaan yang gembira. Sampai dirumah,aku langsung menuju kamar, mengambil hp yang ku tinggalkan sambil di cas selama aku sekolah tadi.
“muyii.. udah makan belon, mw kekantin bareng ga?” ku lihat keterangan waktu pengirimannya menunjukkan jam istirahat disekolah tadi. Ternyata ega mengajakku kekantin bareng, tapi aku ga bawa hp. Ku baca lagi pesan yang baru masuk “muyiii kalo udah pulang jangan lupa makan ya,ntar sakit” lagi-lagi sms dari ega. Apa-apaan sih ni anak!
Ku tinggalkan segala pemikiran tentang ega, ingatanku kembali pada peristiwa ditaman tadi. Aku membiarkan kak Erick menunggu hingga aku benar-benar siap dengan jawabanku. Walaupun aku sangat mengaguminya tetapi Aku tak memiliki keberanian yang cukup untuk menerimanya menjadi kekasihku. Banyak kekhawatiran yang merasuki pikiranku. Aku tak ingin menerima kak erick bila hanya karena dia popular, cool, mempunyai banyak potensi dan dikagumi semua wanita. Yang aku butuhkan ketulusan hatiku untuk menerima kak Erick apa adanya bukan dikarenakan predikat aji mumpung saja.
Seminggu berlalu semenjak peristiwa ditaman kemarin, aku masih berhubungan baik dengan kak Erick meskipun status nya masih gantung. Hari ini tepat menginjak usiaku yang bertambah satu tahun, saat asyik  berkumpul bersama teman-teman dirumah.,handphoneku berbunyi.
“kakak tunggu ditaman sekarang ya” singkat dan mendadak, sms itu cukup membuat kehebohan bagiku dan teman-teman. Hatiku sempat menolak untuk pergi menemuinya,namun teman-teman terus mendesakku untuk bergegas ketaman.
Matahari terbit tepat diatas kepala,menyengat kulitku dengan terik panasnya sang raja siang. Taman yang begitu nyaman kini hanya menimbulkan kegerahan. Aku menelusuri setiap bagian taman, namun tak kunjung kutemukan sosok kak Erick. Kekesalan ku memuncak saat ku ingat perjuangan ku datang kemari meninggalkan teman-teman dirumah untuk segera menemuinya namun ia sendiri belum datang. Ku putuskan untuk pergi berlalu dari taman itu. akan tetapi saat aku baru saja ingin beranjak, aku mengenali gaya berjalan seseorang yang membawa bungkusan kado itu dari kejauhan. Kak Erick! Akhirnya pangeran menyebalkan itu datang. Semua kekesalanku menghilang, saat ia memberikan boneka kitty yang lucu dan menjelaskan keterlambatannya lantaran macet yang benar-benar tidak terduga. Aku melihat rasa bersalah yang sangat dari raut muka kak Erick karena telah membuatku menunggu, aku memaklumi itu dan bersikap ramah lagi padanya. Dan untuk kali kedua kak Erick menyatakan cinta. Akhirnya,aku mengumpulkan seluruh keyakinanku untuk menerima Erick febriando sebagai kekasihku. Tulus dari dalam hatiku, aku berharap tidak pernah menerima cinta kak Erick lantaran hanya mengharapkan popularitasnya. Dan hari itupun kami jadian.
Semenjak peristiwa ditaman seminggu yang lalu, ega sudah jarang menghubungiku. Terakhir kali dia mengsms’I ku tepat diihari ulang tahunku yang juga merupakan hari jadiku dengan kak Erick.
“sebenarnya ada yang ingin kuberikan padamu, tapi sayang kamu udah jadi milik orang lain”
                                                                 
 
                                                                           *the end